
1) Modul sensor gas mengintegrasikan sensor dan sirkuit pengolahan, secara independen dan lengkap menyelesaikan semua operasi data dan konversi sinyal detektor gas. Fungsi pemanasan yang unik memperluas kemampuan kerja detektor pada suhu rendah; Modul detektor kebocoran gas bertanggung jawab atas fungsi catu daya, komunikasi, dan keluaran;
2) Dilengkapi dengan fungsi perlindungan pemutusan daya otomatis untuk modul sensor gas ketika gas dengan konsentrasi tinggi melebihi batas. Deteksi dimulai dengan interval 30 detik hingga konsentrasi kembali normal dan daya dipulihkan untuk mencegah gas dengan konsentrasi tinggi membanjiri sistem dan mengurangi masa pakai sensor;
3) Antarmuka digital standar digunakan antar modul, dan pin berlapis emas yang mencegah pemasangan yang tidak disengaja memudahkan penggantian dan pertukaran modul di tempat (hot swapping) di lokasi;
4) Penggantian dan kombinasi fleksibel dari berbagai modul detektor gas dan berbagai jenis modul sensor dapat membentuk berbagai detektor dengan fungsi keluaran dan objek deteksi spesifik, sehingga dengan cepat memenuhi kebutuhan kustomisasi pengguna;
5) Kombinasi fleksibel dan berbagai mode keluaran
Berbagai modul detektor dan berbagai jenis modul sensor dapat dikombinasikan secara fleksibel untuk membentuk detektor dengan fungsi keluaran khusus dan dapat diaplikasikan pada target yang berbeda untuk memenuhi permintaan khusus pelanggan;
6) Mengganti sensor semudah mengganti bohlam.
Modul sensor untuk berbagai gas dan rentang dapat diganti dengan mudah. Tidak diperlukan kalibrasi setelah penggantian. Artinya, detektor dapat membaca data yang telah dikalibrasi dari pabrik dan langsung bekerja. Dengan cara ini, produk memiliki masa pakai yang lebih lama. Sementara itu, kalibrasi deteksi dapat dilakukan dengan mudah di berbagai lokasi, menghindari proses pembongkaran yang rumit dan kalibrasi di tempat yang sulit, serta mengurangi biaya perawatan di kemudian hari.
| Sensor opsional | Pembakaran katalitik, Semikonduktor, Elektrokimia, Sinar inframerah (IR), Fotoion (PID) | ||||
| Mode pengambilan sampel | Pengambilan sampel difus | Tegangan operasi | DC24V±6V | ||
| Kesalahan alarm | Gas yang mudah terbakar | ±3%LEL | Kesalahan indikasi | Gas yang mudah terbakar | ±3%LEL |
| gas beracun dan berbahaya | Nilai pengaturan alarm ±15%, O2:±1,0%VOL | gas beracun dan berbahaya | ±3%FS (gas beracun dan berbahaya)), ±2%FS (O2) | ||
| Konsumsi daya | 3W(DC24V) | Jarak transmisi sinyal | ≤1500m(2,5 mm²) | ||
| Rentang pers | 86kPa~106 kPa | Kisaran kelembapan | ≤93%RH | ||
| Kelas tahan ledakan | ExdⅡCT6 | Tingkat perlindungan | IP66 | ||
| Antarmuka listrik | Ulir internal NPT3/4" | Bahan cangkang | aluminium cor atau baja tahan karat | ||
| Suhu pengoperasian | Pembakaran katalitik, Semikonduktor, Sinar inframerah (IR): -40℃~+70℃;Elektrokimia: -40℃~+50℃; Fotoion (PID):-40℃~+60℃ | ||||
| Mode transmisi sinyal opsional | 1) A-BUS+fsistem bus kamisinyaldan output kontak dari dua set relai 2) Sinyal standar tiga kawat (4~20)mA dan keluaran kontak dari tiga set relai Catatan: Sinyal standar (4~20) mA adalah {resistansi beban maksimum:250Ω(18VDC~20VDC),500Ω(20VDC~30VDC)} TSinyal relai adalah {keluaran kontak pasif relai alarm yang biasanya terbuka; keluaran kontak pasif relai kesalahan yang biasanya tertutup (kapasitas kontak: DC24V /1A)} | ||||
| Konsentrasi alarm | Nilai pengaturan alarm pabrik berbeda karena sensor yang berbeda, konsentrasi alarm dapat diatur secara bebas dalam rentang penuh, silakan berkonsultasi. | ||||


